Minggu, 06 Maret 2016

Sejarah Tempe



Ibu Nani (kiri) saat sedang menawarkan tempe dagangannya di Pasar Gandaria, kelurahan Kebon Kacang, Tanah Abang Jakarta Pusat. 
Foto: Micha Rainer Pali
MENELUSURI sejarah tempe tak bisa lepas dari bahan bakunya, kedelai. Menurut pakar tempe dari Universitas Gajah Mada, Mary Astuti dalam Bunga Rampai Tempe Indonesia, kata kedelai yang ditulis kadele dalam bahasa Jawa ditemukan dalam Serat Sri Tanjung (abad ke-12 atau 13). Selain dalam serat legenda kota Banyuwangi itu, kata kedelai juga dijumpai dalam Serat Centhini, yang ditulis oleh juru tulis keraton Surakarta, R Ng Ronggo Sutrasno pada 1814.
Pada jilid kedua Serat Centhini digambarkan perjalanan Cebolang dari Purbalingga menuju Mataram, kemudian singgah di rumah Ki Amongtrustha, yang menjamu makan malam dengan lauk bubuk dhele. Di Mataram, Cebolang diberitahu bahwa sesaji dalam kacar-kucur, yakni upacara persiapan menikahkan anak, terdapat kacang kawak (lama) dan kedelai kawak, beras kuning, bunga, dan uang logam.
Menurut naturalis Jerman, Rumphius, tanaman kedelai (de cadelie plant) dalam bahasa latin disebut phaseolus niger, kadele (Jawa), zwartee boontjes (Belanda), dan authau(Tiongkok). Hasil amatan Rumphius, orang Tionghoa tidak mengolah kedelai menjadi tempe. Tapi, mengolah biji kedelai hitam tersebut menjadi tepung, sebagai bahan tahu, danlaxa atau tautsjian, mie berbentuk pipih. Karena kacang dalam bahasa Tiongkok disebutduo (tao)/to, produk olahannya dinamai dengan awalan tau: tauchu (taoco), tau-hu (tahu),touya (toge), touzi (tauci), dan lain-lain.
Berdasarkan penelitian genetik, kedelai berasal dari Tiongkok, meski tidak ada keterangan apakah jenisnya kedelai hitam atau kuning. Menurut sejarawan Ong Hok Ham dalam “Tempe Sumbangan Jawa untuk Dunia,” Kompas, 1 Januari 2000, kacang kedelai sudah sejak 5.000 tahun lalu dikenal di Tiongkok.
Namun, Mary Astuti mempertanyakannya: jika berasal dari Tiongkok mengapa kedelai tidak pernah disebutkan dalam jenis-jenis komoditas yang diperdagangkan di Jawa. Musafir Tiongkok, Ma Huan yang mengunjungi Majapahit sekira abad ke-13, mencatat bahwa di Majapahit terdapat koro podang berwarna kuning, tanpa menjelaskan kegunaan kacang tersebut. Dia tidak membandikan kacang itu dengan kacang yang ada di negerinya, seperti halnya membandingkan suhu udara di Majapahit dengan di Tiongkok. Ini menunjukkan, kacang yang ditemui Ma Huan belum ada di negerinya.
“Diduga bahwa kedelai hitam sudah ditanam di Jawa sebelum China datang ke Tanah Jawa,” tulis Astuti. “Menurut anggapan orang Jawa zaman dulu kata dele berarti hitam. Ada kemungkinan kedelai hitam sudah ada di tanah Jawa sebelum orang Hindu datang dan kemungkinan dibawa orang Tamil.”
Penemuan tempe berhubungan erat dengan produksi tahu di Jawa, karena keduanya dibuat dari kacang kedelai. Tahu sendiri dibawa oleh orang Tiongkok ke Jawa, yang mungkin sudah ada sejak abad ke-l7. “Bukan hanya bahannya yang sama, akan tetapi mungkin juga secara langsung penemuan tempe berkaitan dengan produksi tahu,” tulis Ong.
“Tempe muncul dari kedelai buangan pabrik tahu yang kemudian dihinggapi kapang. Kemudian jadi tempe kedelai,” kata wartawan spesialis sejarah pangan, Andreas Maryoto. “Ini saya kaitkan karena tempe yang lain berasal dari limbah: tempe gembus dari limbah kacang, tempe bongkrek dari limbah kelapa. Bila kemudian tempe kedelai dari kedelai bukan limbah, mungkin itu upgrade saja,” sambungnya.
Ong kemudian mengaitkan perkembangan tempe dengan kepadatan penduduk, baik di Tiongkok maupun di Jawa. Kepadatan penduduk sejak berabad-abad telah mempengaruhi seni masak Tiongkok. Akibat kepadatan penduduk terjadi persaingan ruang antara manusia dan hewan yang memerlukan ladang-ladang rumput luas bagi hidupnya. Akibatnya, seni masak Tiongkok berkisar pada hewan peliharaan rumah seperti babi, ayam, bebek, dan sebagainya.
Keadaan itu tidak jauh berbeda dengan Jawa. Pekarangan menyediakan bahan baku makanan seperti ayam, kambing, sayur-sayuran, pohon kelapa, dan lain-lain. “Baru dalam abad ke-l9, menu hewani akhirnya berubah menjadi tempe. Ini akibat kenaikan jumlah penduduk yang amat tinggi pada abad ke-19, sehingga Pulau Jawa menjadi wilayah pertama yang sangat padat di Asia Tenggara,” tulis Ong.
Di sisi lain, lanjut Ong, meluasnya perkebunan kolonial membuat wilayah hutan menciut dan membuat para petani sebagai kulinya, mengurangi berburu, beternak maupun memancing. Dampaknya, menu makanan orang Jawa yang tanpa daging. Tanam paksa makin membuat bahan makanan seperti tempe menjadi sangat vital sebagai penyelamat kesehatan penduduk.
“Bisa dikatakan,” tulis Ong, “penemuan tempe adalah sumbangan Jawa pada seni masak dunia. Sayangnya, seperti halnya banyak penemuan makanan sebelum zaman paten, maka penemu tempe pun anonim,” lanjutnya.
Ditilik dari muasal katanya, menurut Astuti, tempe bukan berasal dari bahasa Tiongkok, tapi bahasa Jawa kuno, yakni tumpi, makanan berwarna putih yang dibuat dari tepung sagu, dan tempe berwarna putih. Kata tempe juga ditemukan dalam Serat Centhini jilid ketiga, yang menggambarkan perjalanan Cebolang dari candi Prambanan menuju Pajang, mampir di dusun Tembayat wilayah Kabupaten Klaten dan dijamu makan siang oleh Pangeran Bayat dengan lauk seadanya: “…brambang jae santen tempe … asem sambel lethokan …” sambel lethok dibuat dengan bahan dasar tempe yang telah mengalami fermentasi lanjut. Pada jilid 12 kedelai dan tempe disebut bersamaan: “…kadhele tempe srundengan…”
“Tempe berasal dari kata Nusantara tape, yang mengandung arti fermentasi, dan wadah besar tempat produk fermentasi disebut tempayan,” tulis Denys Lombard dalam Nusa Jawa Silang Budaya: Jaringan Asia.
Menurut Ong, dalam Encyclopaedia van Nederlandsch Indie (1922), tempe disebut sebagai “kue” yang terbuat dari kacang kedelai melalui proses peragian dan merupakan makanan kerakyatan (volk′s voedsel).
Disebut makanan kerakyatan, kata Maryoto, karena tempe diciptakan oleh rakyat, bukan istana. “Karena itu, muncul istilah ‘bangsa tempe’, sebagai bentuk stigmatisasi dari kalangan priyayi,” ujar Maryoto. “Sekarang tempe tidak lagi sebagai makanan rakyat,” Maryoto menambahkan. “Pamor tempe semakin terangkat ketika gairah kuliner meningkat, sehingga tempe manjadi makanan kita semua.”

Penemuan Sangat Penting Yang Hilang Begitu Saja
Manusia berusaha semaksimal mungkin untuk tetap menemukan terobosan terobosan baru dalam segala bidang yang kami percaya semua itu dilakukan untuk mempermudah dan menolong manusia dalam menjalani kehidupan. Pengharapan akan hidup yang lebih baik membuat para ilmuwan ini bekerja dengan luar biasa bahkan melebihi apa yang kita bayangkan. Namun sayangnya sahabat anehdidunia.com, beberapa penemuan yang sangat baik ini tidak berakhir bahagia seperti yang kita harapkan bahkan keberadaannya tidak berbekas hingga saat ini. Berikut penemuan sangat penting yang hilang begitu saja versi anehdidunia.com

Penemuan Meriam Laser Tesla


Nikola Tesla menolak memberikan senjata temuannya karena alasan kedamaian dunia via boombastis.com
Nikola Tesla adalah salah satu penemu paling brilian. Banyak dari karyanya yang kita manfaatkan sampai sekarang terutama di bidang elektronik dan kelistrikan. Nah, selain menemukan penemuan-penemuan bermanfaat itu, konon Tesla juga menciptakan sebuah meriam laser. Pria asal Amerika ini bahkan mengatakan jika laser tersebut mampu menembak jatuh sebuah pesawat dari jarak 322 kilometer. Hal ini pun membuat para penguasa dunia tertarik, namun Tesla menolaknya dengan alasan kedamaian. Ya, pria ini takut jika senjatanya malah akan membuat kerusakan besar. Padahal di sisi lain, senjata tersebut mungkin saja membuat sejarah berubah.

Penemuan Sloot Digital Coding System

Pada awal tahun1990an, seorang ilmuan bernama lengkap Romke Jan Bernhard Sloot yang lahir pada 27 Agustu 1945, telah menciptakan sebuah cara pengompresan file digital yang sangat mencengangkan, bagaimana tidak, file berukuran 10 giga bisa dia kompres menjadi hanya berukuran 8 kilobyte saja, dan itupun tanpa penurunan dari kualitasnya. Meskipun rasanya hal tersebut tidak mungkin dan banyak pihakpun meragukan dirinya. Namun ada investor yang tertarik dengan penemuannya tersebut, perusahaan Phillips ingin bekerjasama lebih lanjut dengan Jan Sloot. Saat penandatanganan kerja sama akan dimulai, tiba-tiba Sloot mengalami serangan jantung dan akhirnya meninggal dunia. Disket tempat dia menyimpan program rahasianya tersebut juga ikut menghilang sampai sekarang. Dan manusia sampai sekarang belum mampu menciptakan apa yang konon telah dbuat Sloot.

Material Starlite

Starlite ditemukan pada tahun 1980an oleh seorang ilmuwan amatir bernama Maurice Ward. Benda ini adalah semacam material kimia yang konon tidak akan bisa dihancurkan dengan mudah. Bahkan dikatakan jika Starlite tidak akan lecet sedikitpun oleh dampak bom nuklir. Bahan kimia ini bentuknya semacam plastik namun disusun oleh material kompleks kombinasi 21 bahan polimer organik dan sedikit keramik. Untuk menguji kekuatannya, sebuah telur dilapisi dengan Starlite di bagian luarnya. Lalu kemudian dibakar dengan suhu 1.200 derajat celcius. Alih-alih pecah, telur tersebut seperti tak mengalami apa pun.

Di pengujian yang lain, bahan ini ditembak langsung dengan laser 10 ribu derajat celcius. Ia pun bisa bertahan tanpa mengalami kerusakan apa pun. Keunikan lain Starlite, ia sangat ringan dan bisa diaplikasikan dengan berbagai bentuk. Cair, pasta, atau padat. Tak cukup dengan itu, Starlite poison free alias tidak beracun sama sekali. Meskipun demikian hebat, siapa sangka banyak orang yang memandang sebelah mata material ini. Ward sendiri bukannya diam, ia juga ngotot mengatakan jika bahan ini akan berguna. Sayangnya, kegigihannya masih dianggap angin lalu. Akhirnya Starlite pun hilang bersama kematian Ward di tahun 2011.

Teknologi Ogle Carburetor

Tome Ogle dengan Carburetor temuannya via atomica.com
Di industri otomotif saat ini muncul istilah fuel injection. Mekanismenya sendiri sangat panjang dan kompleks. Intinya teknologi ini mampu untuk membuat kendaraan bermotor jauh lebih hemat bahan bakarnya. Meskipun baru-baru ini booming, namun teknologi ini sudah ditemukan di tahun 1970an oleh seorang mekanik bernama Tome Ogle. Meskipun ditemukan lebih dahulu, teknologi fuel injection milik Ogle jauh lebih keren. Percaya atau tidak, teknologi yang dibuatnya bisa membuat kita hanya perlu mengeluarkan satu liter bahan bakar untuk 42 kilometer.

Perbandingan ini juga pernah diuji coba oleh Ogle sendiri dengan mengendarai sebuah mobil yang sudah dilengkapi dengan teknologi buatannya itu. Menempuh jarak 322 kilometer, Ogle hanya butuh 7,5 liter saja. Hal ini pun jadi berita buruk bagi para pengusaha minyak. Ogle pun pernah ditawari jutaan dolar asal ia tidak bikin mesin seperti ini lagi. Namun dengan tegas pria ini menolaknya. Hingga akhirnya pada tahun 1981 Ogle ditemukan mati dengan kepala tertembus peluru. Tanpa perlu menunggu penyelidikan FBI atau CIA kita sudah tahu siapa yang melakukannya. Sayangnya, cetak biru mesin injeksi Ogle hilang jejaknya dan tidak pernah ditemukan.

Mesin Chronovisor

foto yang dikatakan berasal dari Mesin Chronovisor via environment-clean-generations.blogspot.com
Keberadaan mesin waktu menjadi sesuatu yang masih diperdebatkan hingga kini. Ilmuwan mengatakan hal ini mustahil untuk diciptakan, sedangkan yang lain mengatakan kebalikannya. Walaupun untuk menemukannya akan memakan waktu puluhan hingga ratusan tahun. Percaya tidak percaya, mesin seperti ini ternyata sudah tercipta di tahun 1950 oleh seorang pendeta Vatikan bernama Pellegrino Ernetti. Ernetti menjelaskan jika mesin ini berbentuk lemari seukuran orang dewasa yang dioperasikan dengan tombol-tombol. Pria ini sendiri juga merupakan seorang ilmuwan yang bahkan menjadi guru bagi fisikawan terkenal macam Enrico Fermi atau Wernher von Braun.

Chronovisor ini tidak bisa untuk meloncat ke masa depan, namun ia bisa ke waktu yang sudah lewat. Bahkan Ernetti membuktikan hal tersebut dengan sebuah foto Yesus ketika disalip. Sepeninggal Ernetti, para tetua Vatikan pun memutuskan untuk menghancurkan mesin ini tanpa berpikir untuk menyalin semua mekanisme atau algoritmanya. Mereka mengatakan jika mesin ini terlalu berbahaya jika jatuh ke tangan yang salah. Seandainya saja Chronovisor masih ada mungkin akan banyak sejarah kelam yang bisa diubah.

Sangat disayangkan bukan? Padahal jika teknologi tersebut berhasil diimplementasikan pasti akan banyak hal yang terjadi. Mungkin saja kita bisa mengungkap kontroversi sebuah sejarah lewat Chronovisor, atau mungkin tak perlu antri BBM karena sudah mengaplikasikan Ogle Carburetor di mesin motor kita. Tidak ada yang bisa dilakukan selain menunggu atau mulai melakukan penelitian ulang tentang ini yang mungkin saja akan baru bisa ditemukan bertahun-tahun lagi.


Kusrin Si Pembuat TV Asal Karanganyar Kejutkan Jokowi di Istana



Kusrin kembali memulai usaha perakitan televisinya setelah masalahnya dengan hukum tuntas

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Imanuel Nicolas ManafeTRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Muhammad Kusrin perakit televisi asal Karanganyar, Jawa Tengah menyambangi Istana Kepresidenan, Jakarta, menemui Presiden Joko Widodo, Senin (25/1/2016).
Kusrin didampingi Menteri Perindustrian, Saleh Husin dan Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi, Johan Budi menemui Presiden.
Pertemuan tersebut berlangsung secara tertutup di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan.
Seusai pertemuan, Johan Budi mengatakan Kusrin sempat mengejutkan presiden dengan televisi yang mampu ia rakit.
"Dari sisi profesional sudah jadi standard untuk bisa dikomersilkan. Kardus pun sudah pakai brand," ucap Johan.
Kusrin menjadi banyak pembicaraan di media sosial karena usaha kreatifnya merakit televisi dianggap melanggar Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian serta Perubahan Permendagri tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI)
Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Adi Suhendi

Mengenal Teori Keretakan (Crack) Pesawat Temuan BJ Habibie




 Salah seorang tokoh Indonesia yang disegani di dalam dan luar negeri adalah mantan presiden Indonesia, Baharuddin Jusuf Habibie. Nama beliau sudah tak asing lagi di masyarakat internasional sebagai salah seorang manusia jenius di muka bumi.
Kepakaran beliau di bidang teknologi auronautika atau ilmu pesawat terbang menjadikannya sebagai salah seorang pemegang hak paten dari beberapa teknologi penerbangan.

Salah satu  teori yang beliau temukan di dunia penerbangan adalah tentang teori keretakan pesawat. Dengan teori ini, beliau berusaha meminimalisir tingkat kecelakaan penerbangan hingga mampu menyelamatkan jiwa manusia.

Teori ini berawal dari kenyataan bahwa pada tahun 1960 perkembangan teknologi pesawat terbang belum sepesat seperti sekarang, banyaknya musibah pesawat terbang yang terjadi karena kelelahan (fatique) pada bodi pesawat.
[Silahkan baca artikel sebelumnya: Mengapa Pesawat udara bisa terbang?]

Biasanya titik rawan kelelahan ini terjadi di sambungan antara sayap dan badan pesawat terbang, atau antara sayap dan dudukan mesin. Sebab elemen inilah yang secara terus-menerus mengalami guncangan keras, baik ketika sedang take off ataupun landing.

Di saat sebuah pesawat melakukan take off, sambungannya menerima tekanan udara (uplift) yang besar. Begitu ketika sebuah pesawat akan melakukan landing dan menyentuk landasan, bagian ini pula yang menanggung hempasan tubuh pesawat. Akibatnya kelelahan pun terjadi, dan itu awal dari keretakan (crack). Semakin hari keretakan itu semakin memanjang dan dapat berakibat fatal, karena sayap pesawat bisa patah tanpa diduga. Hal ini menyebabkan potensifatique semakin besar.

Di sinilah peran seorang BJ Habibie yang kemudian datang menawarkan sebuah solusi. Beliaulah yang menemukan bagaimana rambatan titik crack itu berkerja, yang kemudian dikenal dengan nama teori crack progression.


Dengan teorinya, Habibie berhasil menghitung crack itu dengan rinci sampai pada hitungan atomnya. Hal ini tidak saja bisa menghindari risiko pesawat jatuh, tetapi juga membuat pemeliharannya lebih mudah dan murah. Teori crack progression atau yang lebih dikenal dengan Faktor Habibie, porsi rangka baja pesawat bisa dikurangi dan diganti dengan dominasi alumunium dalam body pesawat terbang. Dan dapat mengurangi bobot pesawat tanpa berat penumpang dan bahan bakar sampai 10 persen dari bobot konvesionalnya.

Faktor Habibie ternyata juga memiliki peran dalam pengembangan teknologi penggabungan bagian per bagian kerangka pesawat. Sehingga sambungan badan pesawat yang silinder dengan sisi sayap yang oval mampu menahan tekanan udara ketika pesawat take off. Begitu juga pada sambungan badan pesawat dengan landing gear jauh lebih kokoh sehingga mampu menahan beban saat pesawat mendarat. Masalah penstabilan kosntruksi di bagian ekor pesawat ini dapat dipecahkan Habibie hanya dalam masa 6 bulan saja.

Penemuan-penemuan yang berhubungan dengan konstruksi pesawat terbang dikenal dengan teori Habibie, Faktor Habibie, dan metode Habibie.

Empat Penemuan Tak Disengaja Tapi Sangat Berguna



Beberapa penemuan terkadang diciptakan tanpa kesengajaan. Meski tidak ada unsur kesengjaan, tapi penemuan-penemuan ini sangat berguna di kemudian hari dan masih digunakan hingga sekarang.
Berikut Wow Menariknya berhasil menghimpun beberapa penemuan yang diciptakan tanpa ada unsur kesengajaan.
4. Keripik Kentang

Kalian pasti tidak tahu bagaimana asal mula penciptaan keripik kentang. Berawal dari seorang pemilik restoran bernama George Crum, yang menjual kentang goreng di tahun 1800-an.

Jika ada pelanggannya yang mengeluh bahwa kentang goreng buatan Crum dipotong terlalu tebal, maka dia harus kembali ke dapur dan membuatkan kentang goreng yang baru. Suatu hari, Crum merasal kesal dengan semua keluhan pelanggannya. Hingga ia memotong kentang setipis mungkin dan kemudian menempatkannya di penggorengan dengan tujuan agar pelanggan tak memakannya. Lalu, dia merendam kentang tipis yang sudah matang agar rasanya sangat asin.

Alih-alih membuat kesal pelanggan, kentang goreng tipis buatannya itu malah disukai banya orang. Dan hingga sekarang keripik kentang menjadi cemilan paling populer di kalangan semua masyarakat, baik itu anak-anak, remaja, atau orang dewasa.

3. Oven Microwave

Oven microwave digunakan untuk memanaskan makanan yang sudah dingin dengan hanya menekan tombol. Tapi tahukah Anda bahwa alat ini sebenarnya diciptakan tanpa disengaja?

Pada tahun 1940, perusahaan Raytheon bekerja dibidang teknologi anti-radar. Mereka menggunakan tabung magnetron untuk mengembangkan teknologi ini. Tetapi salah satu ilmuwan tak sengaja melihat permen di sakunya mencair akibat gelombang mikro dari tabung tersebut. Kejadian itu nantinya jadi cikal bakal oven microwave.

Ilmuwan bernama Percy Spencer itu melanjutkan percobaan untuk membuat kotak yang bisa memanaskan makanan. Dan akhirnya, terciptalah microwave yang hingga sekarang banyak digunakan orang di seluruh dunia.

Kalau bukan karena permen yang meleleh itu, mungkin tidak akan ada microwave dan Anda pasti kesulitan untuk memanaskan makanan.

2. Plastik

Plastik bisa digunakan dalam segala hal, mulai dari alat rumah tangga, maianan dan masih banyak lagi. Mungkin banyak dari kalian yang tidak tahu bahwa plastik juga ditemukan tanpa disengaja.

Pada tahun 1907, Leo Hendrik Baekeland mencoba untuk membuat Shellac, yang hanya bisa ditemukan pada kumbang. Alih-alih menciptakan Shellac, Baekeland mampu mencampurkan polimer asli secara bersamaan yang kita kenal hingga sekarang sebagai plastik.

1. Kue Chip Cokelat

Selain keripik kentang, kue yang banyak disantap orang ini juga ditemukan tanpa ada unsur kesengajaan. Pada tahun 1973, Ruth Wakefield dan suaminya mengoperasikan Toll House Inn, sebuah penginapan dan rumah makan.

Suatu hari, Ruth tak memiliki roti cokelat untuk resep kue nya. Tetapi ia mendapat ide lain, di mana ia memotong-motong sebatang cokelat dan berharap cokelat tersebut akan meleleh seperti roti cokelat. Namun, cokelat itu tak meleleh dan menjadi potongan-potongan kecil. Dari situlah tercipta chip cookies.
SUMBER :http://www.wowmenariknya.com/2015/05/empat-penemuan-tak-disengaja-tapi-sangat-berguna.html

Penemuan Ilmuwan Dunia asal Indonesia dari Masa ke Masa



1955: Dr. Joe Hin Tjio, menemukan Teori 23 Kromosom

Dr. Joe Hin Tjio, ahli cytogenetics asal Indonesia berhasil menghitung jumlah kromosom dengan tepat setelah menyempurnakan teknik pemisahan kromosom manusia melalui penelitian di LaboratoriumInstitute of Genetics of Sweden’s University of Lund. Temuan ini merubah paradigm para ahli genetika dunia yang sebelumnya meyakini bahwa jumlah kromosom ialah 24 buah.

1961: Prof. Dr. Ir. Sedijatmo, menemukan Konstruksi Cakar Ayam

Konstruksi cakar ayam adalah salah satu metode rekayasa teknik dalam pembuatan pondasi yang dapat mengurangi hingga 75% tekanan pada permukaan tanah dibawahnya dibandingkan dengan pondasi biasa. Pondasi ini awalnya ditemukan Prof. Dr. Ir. Sedijatmo saat mendirikan menara listrik tegangan tinggi di daerah rawa-rawa Ancol, kemudian digunakan di Bandara Juanda, Surabaya, memungkinkan landasan menahan bebas hingga 2000 ton (seberat pesawat jumbo). Pondasi ini akhirnya juga turut digunakan di Jerman, Inggris, Perancis, Italia, Belgia, Kanada, Amerika Serikat dan Belanda.

1968: Prof. Dr. Ing. B. J. Habibie, merumuskan Teori Keretakan Pesawat (Faktor Habibie)

Pada usianya yang ke-32, B.J. Habibie telah mampu menjawab persoalan dunia di bidang penerbangan yang kala itu belum semaju sekarang. Musibah yang terjadi pada pesawat terbang biasanya berawal dari keretakan (crack) antar sambungan sayap dan badan pesawat atau sayap dan dudukan mesin pesawat. Random Propagation Crack Theory atau disebut juga Faktor Habibie merupakan rumusan untuk menghitung crack tersebut sampai pada hitungan atomnya sehingga bukan saja menghindari resiko pesawat jatuh tetapi juga membuat pemeliharaannya lebih mudah dan murah. B.J. Habibie juga merupakan pemegang sekitar 46 hak paten di bidang aeronautika.

1979: Randall Hartolaksono, M.Sc, menemukan Ketela Pemadam Api

Randall Hartolaksono, M.Sc menemukan teknologi untuk memadamkan api secara efektif dan ramah lingkungan saat sedang melakukan uji coba menggunakan cairan pelumas berbahan kulit ketela pohon di Queen Marry College-London University. Sejak menemukan bahan kimia yang dapat memadamkan dam mencegah timbulnya api pada tahun 1979, Randall mulai terjun ke bidang Fire Safety dalam industri. Kini temuannya digunakan di berbagai perusahaan pertambangan di penjuru dunia sebagai solusi untuk mengatasi kebakaran.

1983: Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) danConstrucciones Aeronauticas SA (CASA) Spanyol bekerjasama mengembangkan Pesawat CN-235

Pada 1983, IPTN dan CASA telah berhasil merancang pesawat penumpang sipil (airlines) angkut turboprop kelas menengah bermesin dua. Pesawat ini kemudian digunakan oleh berbagai maskapai penerbangan sipil dan militer di sejumlah negara di dunia.

1998: Prof. Dr. Rahmania Zein menemukan kromatografi tercepat

Kromatografi adalah teknik pemisahan senyawa kimia dengan memanfaatkan interaksi antara pelarut, sampel yang akan dipisahkan, fase diam (stationary phase) dan fase bergerak (mobile phase). Jika sebelumnya para peneliti membutuhkan antara 1.000 hingga 100 menit, pada 1998 Prof. Dr. Rahmania Zein berhasil menemukan teknik kromatografi yang mampu memisahkan senyawa kimia hanya dalam 10 menit. Hasil penemuannya ini digunakan oleh para ilmuwan dan peneliti di seluruh dunia.

2000: Dr. Mulyoto Pangestu menemukan teknik pengeringan sperma

Dr. Mulyoto menemukan teknik pengeringan dan penyimpanan sperma dalam ruangan bertemperatur kamar dengan perlengkapan yang mudah dan sederhana. Meski penemuannya dipatenkan di Australia dan menjadi milik Monash University, namun Dr.Mulyoto Pangestu yang merupakan ilmuwan asal Indonesia tetap tercatat sebagai penemunya.

2005: Dr. Yogi Ahmad Erlangga memecahkan Persamaan Helmholtz

Dr. Yogi Ahmad Erlangga mampu memecahkan Helmholtz Equation saat sedang menyelesaikan program Ph.D di Delft University of Technology, Belanda. Terpecahkannya persamaan Helmholtz membuat banyak perusahaan minyak dunia menjadi lebih cepat dalam menemukan sumber minyak di perut bumi. Rumus persamaan Helmholtz kemudian juga diaplikasikan dalam industry radar, penerbangan dan kapal selam.

2006: Dr. Warsito menemukan Alat Pemindai 4 Dimensi

Jika alat pemindai 3 dimensi saja sudah cukup canggih, pada tahun 2006 seorang ilmuwan Indonesia berhasil menciptakan Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT) yang merupakan sistem pemindai 4 dimensi berbasis medan listrik statis. Saat ini teknologi tersebut sudah diterapkan secara luas di dunia industri dan medis baik di dalam maupun di luar negeri. ECVT mampu memindai otak manusia dengan memanfaatkan gelombang listrik berenergi rendah, hingga mendeteksi penyakit seperti kanker payudara, dll.

2010: Dr. Eng. Khoirul Anwar menemukan system telekomunikasi 4G

Di Indonesia teknologi Long Term Evolution (LTE) baru bisa dirasakan pada tahun 2014, namun negara-negara maju sudah bisa merasakan lebih dahulu hasil penemuan anak bangsa tersebut. Pada tahun 2010, Dr. Eng. Khoirul Anwar, penemu sekaligus pemilik paten teknologi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing), pada tahun 2010 mendapat penghargaan dari institute of Electrical and Electronics  (IEEE), sebuah asosiasi professional terbesar bidang elektro dan informasi dunia. Teknologi broadband ini menjadi standar internasional untuk teknologi transmitter, baik dalam sistem terrestrial (di bumi) maupun satelit (di luar angkasa).

Tahun 2015, genap 70 tahun Indonesia merdeka.

Dalam 5 tahun terakhir, apa saja penemuan-penemuan ilmuwan muda Indonesia yang diakui dunia?

6 Penemuan Modern Paling Tangguh Di Dunia



AnakRegular | Inilah Enam penemuan di zaman modern yang paling tangguh di dunia.

Perkembangan teknologi memang telah membawa banyak perubahan pada kehidupan dunia. Banyak hal baru yang telah di kembangkan, dan banyak teknologi baru yang bermunculan setiap waktunya. Di era sekarang membuat sesuatu yang dulu dikatakan tidak mungkin bisa sekarang menjadi bisa.

Berkat teknologi pula manusia bisa menciptakan hal-hal baru yang sebelum nya tak pernah terpikirkan. Seperti beberapa penemuan berikut ini, dimana berkat teknologi yang semakin maju, serta ilmu pengetahuan yang semakin berkembang, manusia telah berhasil membuat penemuan-penemuan super canggih dan dikatakan sebagai penemuan paling tangguh di dunia.


M1 Abrams, tank perang terkuat di dunia



Tank M1 Abrams merupakan kendaraan perang paling tangguh generasi ketiga yang di produksi AS. M1 Abrams, diyakini sebagai tank paling tangguh di dunia. Namanya diambil dari mantan Kepala Staf dan Komandan Angkatan Perang AS di Vietnam, Jenderal Creighton Abrams.

Selain berlapis baja komposit canggih, keistimewaan lain M1 Abrams adalah penggunaan mesin turbin gas dan penyimpanan amunisi yang terpisah. Jadi, keselamatan kru dalam tank pun lebih terjamin.

Berat tank mencapai 62 ton dan tergolong terberat di kelasnya. Walau mulai mengabdi sejak 1980, tank ini masih selalu dipercayakan berada di garda depan medan peperangan. Dengan berbagai peningkatan teknologinya, hingga kini telah ada tiga versi yang diproduksi, yaitu M1, M1A1, dan M1A2.

Audi A8 L, mobil keren anti peluru




James Bond pasti akan merasa aman berkendara dalam Audi A8 L Security ketika menjalankan misinya. Ia mampu gesit kabur saat situasi mulai genting dan berbahaya. Pasalnya, mobil asal Jerman itu dapat berlari dengan kecepatan 100 km per jam dalam waktu hanya 7 detik.

Tak hanya itu. Audi A8 L ini juga tahan peluru. Bahkan, penumpang di dalamnya tetap tak perlu khawatir dari serangan granat mendadak. Memang, kabin mobil ini juga dirancang bisa memberikan udara segar secara otomatis. Jadi, saat musuh menembakkan gas beracun, penumpang tak akan terpengaruh udara luar.

Millau Bridge, jembatan paling tinggi di Dunia


Jembatan Millau Bridge merupakan jempatan yang menjulang setinggi 1.125 kaki atau setara 342,9 meter menyeberangi lembah Sungai Tarn di dekat Millau, Perancis bagian selatan. Angka ini hampir tiga kali lipat dari tinggi Monas (Monumen Nasional). Bahkan, 19 meter lebih tinggi dari Menara Eiffel.

Bayangkan, betapa ngerinya menyetir di atas ketinggian itu. Tetapi, jangan khawatir. Tujuh tiang berbobot 36.000 ton dirancang mampu menyangga badan jembatan ini.  Tak hanya itu yang membuat kokoh. Ada kabel-kabel kuat melekat di setiap tiang penyangganya. Pengemudi pun dapat melintasinya dengan aman.

Kaca metalik anti retak


Sebentar lagi, dunia akan dihebohkan dengan produk dan bangunan berkaca nan kokoh. Dipimpin oleh Marios D Demetriou, para peneliti dari California Institute of Technology (Caltech) mengembangkan kaca metalik. 

Kaca metalik mempunyai struktur kimia penetral kerapuhan kaca, tetapi mampu mempertahankan kekuatannya. Berbahan dasar paladium, silikon, germanium, dan perak menjadikan kaca tidak terlalu padat dan lebih ringan dari baja. 

Namun, gelas metalik masih mahal dan sulit diracik. Jadi, penggunaan untuk keperluan produksi masih harus menunggu. 

"Gorilla glass", bikin ponsel tahan banting


Kaca Gorilla Glass 4 yang kini banyak digunakan sebagai pelindung layar ponsel pintar dinyatakan memiliki kekuatan menahan benturan keras sekaligus goresan kasar. Edisi keempat kaca ini juga berhasil melewati pengujian drop test dengan imbas kejatuhan 80 persen lebih keras dari versi sebelumnya. 

Lebih dari itu, kaca ini mampu mengurangi jumlah bakteri sampai 1 juta kali hanya dalam waktu 2 jam. Seperti diketahui, bakteri pada perangkat ponsel 10 kali lebih banyak ketimbang bakteri dalam toilet. Teknologi kuat dan higienis ini juga telah ditempelkan pada ponsel pintar sekelas Galaxy S6 dan Galaxy S6 Edge terbaru keluaran Samsung. 

Gigi siput laut, material terkuat ciptaan alam

Seorang profesor dari Fakultas Teknik Universitas Portsmouth Inggris, Asa Barber, membuktikan bahwa siput laut memiliki gigi berbahan paling kuat di bumi. Siput vegetarian berbadan rata-rata lima sentimeter ini ternyata lebih kuat dari jaring laba-laba, titanium, atau kevlar. 

Gigi-gigi itu memiliki komposisi frame protein dan kandungan serat goethite rapat. Goethite adalah sejenis mineral oksida yang biasa ditemukan dalam tanah dan lingkungan bersuhu rendah. Mineral ini merupakan materi penyusun bijih besi. 

Untuk memisahkan gigi-gigi itu di laboratorium, Barber membutuhkan tekanan sebesar 6,5 gigapascal (Gpa). Sedangkan jaring laba-laba membutuhkan 4,5 Gpa dan kevlar hanya 3-3,5 Gpa. Diharapkan, penemuan material pada gigi siput laut ini mampu melahirkan material kuat, tetapi ringan. Teknologi semacam ini dapat bermanfaat terutama di bidang otomotif.

Nah kawan itulah sekira nya 6 penemuan paling tangguh di dunia di era modern. Penemuan-penemuan tersebut memang telah memberikan banyak manfaat kepada manusia. Dan bukan tak mungkin untuk kedepannya penemuan-penemuan baru pun akan terus bermunculan.